seperti dikutip dari sebuah novel berjudul "5 cm" kalo ga salah bunyinya gini :
“Udah belum yaa, aku punya manfaat buat orang lain?”
“Udah belum yaa, aku bisa ngasih sesuatu dalam diri aku yang bisa buat orang lain bahagia?”
kata kata itu saya tanam betul dipikiran saya.
selama ini saya hanya seorang anak yang mungkin berpikiran hampir sama dengan anak anak lain, mungkin juga anda.
1. sekolah/kuliah entah apapun itu yang penting orang tua senang
2. kuliah hanya dijadikan sebagai status (wwoooyyy !!! gue ini anak kuliah loh)
3. ga tau jurusan kuliah dan universitas yang dipih asal punya status MAHASISWA
4. minta duit ke ortu kalo lagi ga punya duit
tapi setelah saya 1 tahun lebih jadi calon mantri,apalagi setelah praktek klinik saya menemukan suatu hal yang berbeda.
di rumah sakit saya menjumpai banyak mereka yang sakit membutuhkan bantuan kita sebagai petugas kesehatan.
mereka tak berdaya, dari mulai makan, minum, perawatan diri, bahkan sampai toileting.
saat pertama teman teman saya bercemooh, ada yang bilang tukang mandiin lah, tukang cebok lah, dan entah apalagi yang dianggap nista.
tapi tak apa, mereka hanya menilai dari sisi negatif yang tidak memakai pemikiran (itu menurut saya)
tapi ada sisi lain, saya membantu mereka yang tak berdaya, yang dalam kesusahan.
bukankah dalam agama saya maupun anda membantu orang yang dalam kesusahan itu ibadah ?
ya, itulah yang saya lakukan saat itu.
dan saat itu saya berpikir bahwa saya dapat bermanfaat bagi mereka, membantu mereka yang sakit saat dalam kesusahan.
rasanya bergetar dada ini ketika mereka mengucapkan terimakasih.
terlebih lagi jika mereka pulang dalam keadaan sehat dan mengucapkan banyak terimakasih, mereka merasa bahagia karena dapat sehat, merasa bahagia karena tanpa adanya rasa jijik, rasa terbebani, rasa merepotkan kami ikhlas untuk membantu mereka dikala sakit.
berkali kali mereka mengucap doa balasan untuk kami.
disini saya merasakan bagaimana saya bisa berguna bagi orang lain, berguna bagi mereka yang sakit.
bukan hanya seorang yang bergantung pada orang lain.
“Udah belum yaa, aku punya manfaat buat orang lain?”
“Udah belum yaa, aku bisa ngasih sesuatu dalam diri aku yang bisa buat orang lain bahagia?”
kata kata itu saya tanam betul dipikiran saya.
selama ini saya hanya seorang anak yang mungkin berpikiran hampir sama dengan anak anak lain, mungkin juga anda.
1. sekolah/kuliah entah apapun itu yang penting orang tua senang
2. kuliah hanya dijadikan sebagai status (wwoooyyy !!! gue ini anak kuliah loh)
3. ga tau jurusan kuliah dan universitas yang dipih asal punya status MAHASISWA
4. minta duit ke ortu kalo lagi ga punya duit
tapi setelah saya 1 tahun lebih jadi calon mantri,apalagi setelah praktek klinik saya menemukan suatu hal yang berbeda.
di rumah sakit saya menjumpai banyak mereka yang sakit membutuhkan bantuan kita sebagai petugas kesehatan.
mereka tak berdaya, dari mulai makan, minum, perawatan diri, bahkan sampai toileting.
saat pertama teman teman saya bercemooh, ada yang bilang tukang mandiin lah, tukang cebok lah, dan entah apalagi yang dianggap nista.
tapi tak apa, mereka hanya menilai dari sisi negatif yang tidak memakai pemikiran (itu menurut saya)
tapi ada sisi lain, saya membantu mereka yang tak berdaya, yang dalam kesusahan.
bukankah dalam agama saya maupun anda membantu orang yang dalam kesusahan itu ibadah ?
ya, itulah yang saya lakukan saat itu.
dan saat itu saya berpikir bahwa saya dapat bermanfaat bagi mereka, membantu mereka yang sakit saat dalam kesusahan.
rasanya bergetar dada ini ketika mereka mengucapkan terimakasih.
terlebih lagi jika mereka pulang dalam keadaan sehat dan mengucapkan banyak terimakasih, mereka merasa bahagia karena dapat sehat, merasa bahagia karena tanpa adanya rasa jijik, rasa terbebani, rasa merepotkan kami ikhlas untuk membantu mereka dikala sakit.
berkali kali mereka mengucap doa balasan untuk kami.
disini saya merasakan bagaimana saya bisa berguna bagi orang lain, berguna bagi mereka yang sakit.
bukan hanya seorang yang bergantung pada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar